kultur perusahaan
perusahaan dan kultur di dalamnya (harmoni.co.id)

Kultur Perusahaan: Pengertian, Ciri Dan 5 Contoh

Diposting pada

Kultur perusahaan tentunya berbeda-beda antara perusahaan satu dengan lainnya. Oleh sebab itu ciri-ciri di masing-masing perusahaan juga beragam. Berikut akan diuraikan beberapa contoh untuk itu.

Tika, Konsep Organisasi – organisasi.co.id

Menciptakan sebuah budaya dalam perusahaan merupakan hal yang penting. Adanya budaya akan membangun produktivitas kerja di suatu perusahaan.

Apabila suatu perusahaan tidak membangun kultur yang baik tentu saja kesuksesan menjadi terhambat. Budaya tersebut hubungannya erat dengan hubungan antara pemimpin dengan pekerja maupun antar pekerja.

Kultur Perusahaan: Pengertian, Ciri Dan Contoh

Kultur perusahaan merupakan seuah nilai, kepercayaan, keyakinan, dan norma yang menjadi sebuah ciri dalam suatu perusahaan.

Semua anggota perusahaan wajib untuk mengikutinya. Tidak hanya itu, sebuah kultur dalam perusahaan juga menjadi kode etik yang berlaku.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Modern: Pengertian, 7 Ciri, dan Teori

Dari kebiasaan-kebiasaan tersebut lambat laun akan menjadi sebuah tradisi yang diteruskan serta budaya yang ada akan secara tidak sengaja terlimpahkan ke petingi-petinggi.

Oleh sebab itu cukup penting untuk mengetahui budaya yang mempengaruhi sebuah perusahaan.


Definisi Kultur Perusahaan

Kultur perusahaan
budaya perusahaan (KPPN Metro)

Sesuai dengan keterangan sebelumnya, kultur perusahaan (corporate culture) merupakan kepercayaan, norma, keyakinan, serta nilai-nilai yang menjadi ciri-ciri perusahaan.

Hal-hal itu kemudian menjadi ciri khas perusahaan serta memiliki pengikut yaitu anggota perusahaan. Adanya budaya tersebut memberikan kerangka berupa acuan umum.

Jadi anggota perusahaan memiliki acuan untuk menyusun strategi, melakukan pendekatan terhadap sesama rekan kerja, komunitas yang lebih luas, bahkan investor.

Organisatoris lain baca ini: Profit: Arti, Istilah dalam Organisasi

Tedapat beberapa faktor yang dapat membedakan budaya di setiap perusahaan. Namun semua itu tentunya dilatarbelakangi oleh budaya karyawan, nilai-nilai organisasi, orientasi perusahaan, dan juga tingkat hierarki.

Beberapa perusahaan akan berorientasi kepada orang, sedangkan perusahaan lainnya justru kepada tugas. Budaya akan menekankan kualitas untuk mendorong produktivitas dan kinerja.

Seorang pemimpin akan memberi peran penting untuk mengembangkan, menciptakan, hingga memelihara budaya di perusahaan.

Adapun jenis-jenis kultur perusahaan antara lain:

a. Budaya Jaringan

Dalam jenis ini anggota merupakan teman dan juga sebagai keluarga yang memiliki hubungan dekat. Tidak hanya itu, mereka juga peduli satu sama lain.

Itulah sebabnya mereka akan saling membantu serta berbagi informasi. Tentu saja hal ini tidak hanya memberi dampak positif namun ada pula dampak negatifnya.

Karena terlalu dekat, mereka akan saling sungkan untuk mengkritik kinerja rekan lain yang kurang baik.

b. Budaya Komunal

Anggota akan memiliki rasa saling memiliki kepada perusahaan karena adanya dorongan tugas. Mereka yang bertugas memimpin umumnya sangat karismatik dan inspirasional. Namun terdapat pula sisi negatif dari jenis budaya ini karena para pemimpin memiliki pengaruh yang sangat besar sehingga anggota menjadi sulit membuka suara.

c. Budaya Terfragmentasi

Adalah sebuah rasa memiliki serta adanya identifikasi dengan organisasi yang bersifat lemah. Komitmen para individualis yang berupa organisasi paling penting diberikan pertama kali pleh individu serta pengerjaan tugas.

Adapun sisi negatifnya adalah adanya kurang kerjasama.

d. Mercenery Culture

Adalah sebuah budaya yang fokus pada tujuan. Pekerjaan harus dilakukan dengan cepat dan harus mencapai tujuan. Akhirnya semua orang fokus pada tujuan.

Akan tetapi, sisi negatifnya adalah tidak adanya perlakuan yang manusiawi kepada mereka yang buruk cara bekerjanya.

Organisatoris lain baca ini: Organogram Kelas Kreatif: Bagan Struktur Dan Contoh

e. Budaya Yang Dibedakan

Adapun jenis budaya ini cukup mentoleransi subkultur beberapa variasi dalam perilaku dan nilai yang ada. Subkultur akan berkembang dan hal itu memiliki konsensus internal mengenai asumsi dasar dan konsensus internal.


Setiap subkultur memiliki perbedaan mengenai nilai dan asumsi dasar. Sebab itulah terjadi inkonsistensi pada seluruh lapisan organisasi.

f. Budaya Terfragmentasi

Pada jenis budaya ini akan memungkinkan terjadinya keberagaman menjadi aturan. Interpretasi nilai dan asumsi akan menghasilkan sesuatu yang ambigu.

Itulah yang dimaksud ketidakjelasan yang muncul dari sebuah perubahan yang cepat di dalam organisasi. Tidak hanya itu, lingkungan global yang makin meningkat hingga keragaman pertumbuhan angkatan kerja menjadi poin jenis budaya ini.

g. Budaya Integratif

Adalah jenis budaya yang menekankan kepada kejelasan, prediktibilitas, konsistensi, dan konsensus. Adanya budaya ini akan membawa perusahaan kepada kejelasan, kepastian, kesatuan, yang berfungsi bagi pengalaman kerja.


Ciri-Ciri Kultur (Budaya) Perusahaan

kultur perusahaan
budaya perusahaan yang unik(kotakpintar.com)

Kultur perusahaan merupakan rangkaian kepribadian sebuah perusahaan. Nilai, tujuan, visi, dan lingkungan perusahaan menjadi satu kesatuan di sini.

Ia adalah motor penggerak yang menyuruh staff di lingkungan kerja melakukan pekerjaan mereka yang terbaik. Mereka harus melakukan itu setiap hari.

Adapun ciri-ciri budaya perusahaan yaitu:

  • Perusahaan memiliki tujuan serta visi yang jelas. Setiap karyawan hendaknya mengetahui serta meyakini bahwa pekerjaan mereka itu penting. Mereka juga paham dan kenal dengan orang-orang yang mereka layani. Staff juga paham mengenai produk dan jasa yang perusahaan mereka tawarkan untuk memenuhi kebutuhan.
  • Tujuan yang sama yang mana sebuah perusahaan hebat dapat memastikan setiap orang di perusahaan mereka berada di satu tujuan.
  • Pemimpin memberikan contoh. Baik perusahaan besar maupun kecil sebaiknya memiliki nilai integritas. Dari hierarki yang tertinggi dengan pemimpin yang mampu memebrikan contoh akan menciptakan norma yang positif. Anak buah pun dapat meniru dengan baik.
  • Memiliki layanan pelanggan terbaik. Dengan kultur yang kuat, perusahaan dapat memperluas pengaruh mereka dengan memperdulukan produk yang mereka buat beserta jasa yang mereka berikan. Kesuksesan mereka bergantung pada kepuasan pelanggan dan mereka menyadari hal itu. Sebab itulah mereka dapat mengatur standar tinggi demi memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Membuka jalur komunikasi. Pada dasarnya umpan balik bukan hanya berupa hal-hal yang menjatuhkan. Akan tetapi hal itu adalah dorongan dan sebuah kolaborasi adalah bagian dari operasi perusahaan. Karyawan tidak akan terabaikan dan tidak ada tempat rahasia pada sebuah kultur perusahaan yang hebat.
  • Pengalaman kerja yang menyenangkan karena setiap karyawan merasa mereka satu keluarga.
  • Karyawan terlibat dalam banyak hal diperusahaan. Pekerjaan bukan hanya misi hidup mereka dan pekerjaan bagi mereka bukan hanya sekedar pekerjaan. Mereka memiliki rasa kepedulian serta hasrat di setiap pekerjaan yang mereka lakukan.
  • Rendahnya pergantian karyawan. Sebuah perusahaan hendaknya tidak membuat karyawan meninggalkan pekerjaan mereka saat mereka telah mendapat kesempatan. Mereka akan menunggu untuk berkembang bersama.


Contoh Kultur Perusahaan

Terdapat beragam budaya perusahaan. Tidak hanya yang baik dan unik, namun juga terdapat budaya yang kurang baik. Adapun contohnya antara lain:

a. Budaya menghadapi konflik

Pada contoh ini, organisasi bisnis dapat menangani konflik baik itu kesalahpahaman, ketegangan, dan masalah lainnya dengan teliti, cepat, dan juga efektif. Tim yang berada di dalamnya pun akan merasa nyaman karena tidak tertekan.

b. Budaya memberi apresiasi

Pencapaian tim merupakan hal yang hebat. Perusahaan dapat memberikan rasa terima kasih kepada tim yang berhasil melakukan pencapaian. Dengan demikian, pekerja pun merasa senang karena ikatan dalam organisasi bisnis akan semakin erat.

c. Memberikan otonomi

Tipe mikromanajer adalah sebuah tipe yang perlu dihindari. Tipe tersebut umumnya gemar mengingatkan pekerjaan, gemar mengontrol tim, serta memiliki jarak dengan pekerja.

para pekerja menjadi tidak bebas untuk bereksplorasi dan justru merasa tertekan. Sebaiknya berikan otonomi serta kekebasan pada tim.

Mereka akan lebih produktif, merasa lebih dihargai, dan loyal.


Budaya Perusahaan Yang Unik

Tidak hanya menakutkan, namun buday adi sebuah perusahaan sangat beragam. Mulai dari unik hingga kurang baik, semua bervariasi.

Sebagai contoh adalah:

1. Google

Prinsip budayanya adalah sederhana yaitu bagaimana membuat pelanggan maupun karyawan bahagia. Nilai-nilainya mengutamakan pengembangan, fleksibilitas, kreativitas, dan komunitas.

Mereka para karyawan bebas menata ruang kerja. Ada pula fitur video games dan ruangan khusus untuk karyawan tidur siang.

2. Amazon

Budayanya bersentral mpada kesan dan pengalaman yang baik untuk pelanggan. Pelayanan yang baik dimulai dari tim-tim kecil dan lahirlah aturan ‘Dua Pizza”.

Artinya sebuah tim tidak boleh lebih banyak dari jumlah mereka yang bisa menikmati dua pizza.

3. Netflix

Kejujuran, keterbukaan, dan fleksibilitas adalah nilai-nilai utama yang perlu dijunjung. Hal ini telah nampak dari tahap seleksi karyawan.

Seseorang dengan moral yang baik akan lebih bernilai daripada pribadi dengan skill yang bagus tanpa moral.

4. Zappos

Budayanya bertumpu [ada [elayanan, kepercayaan, dan kepribadian. Perusahaan ini menghargai ide-ide karyawan. Akhirnya kepemimpinan dan lingkungan kerja menjadi positif.

Para karyawan juga diberi kelonggaran dalam hal jam kerja, pakaian, dan lainnya.

5. Buffer

Budaya pada perusahaan ini terbentuk oleh kerendahatian, transparansi, pengembangan personal, dan lainnya. Ia memiliki kebijakan berupa keterbukaan pada para pelanggan dan karyawan.


Budaya Perusahaan Yang Kurang Baik

Tidak semua perusahaan memberikan aura yang positif. Ada pula budaya yang kurang baik. Apa saja tanda-tanda budaya tersebut?

  • Pimpinan menjadi satu-satunya yang memiliki ruang kerja. Anak buah tidak memiliki ruang kerja yang artinya ini akan menunjukkan struktur hierarki dalam sebuah perusahaan.
  • Tidak ada pembicaraan mengenai budaya kerja. Dengan demikian perusahaan tidak akan menjual budayanya pada orang lain apalagi dengan karyawan terkait lingkungan kerja.
  • Budaya buruk dalam kepemimpinan. Pengetahuan awal yang menjadi penentu apakah perusahaan tersebut menurunkan budaya buruk atau tidak.
  • Bagian pewawancara hanya fokus pada keunggulan. Kondisi ini hanya membuat karyawan stress karena harus fokus pada standar yang sulit diraih.
  • Perilaku pekerja yang terlihat dari lingkungan sekitar. Stress atau tidaknya orang-orang di lingkungan itu akan nampak dari wajah-wajah mereka.
  • Di jam pulang mereka tetap bekerja. Sebuah habitat yang buruk jika ada yang mewawancara calon karyawan di luar jam kerja.

Penutup

Sebuah budaya perusahaan berperan dalam membangun jati diri sebuah perusahaan. Dengan demikian, positif atau negatif label yang ingin dicapai suatu perusahaan, maka ia harus memulainya dari membuat sebuah budaya yang epik.

Tidak sedikit perusahaan yang kesulitan mencari karyawan karena tentunya di jaman seperti ini hanya sedikit orang yang mau dibebankan tugasyang ebrat.

Kecuali di sebuah komunitas dengan sedikit lapangan pekerjaan, mereka cenderung akan tetap berathan sekalipun lingkungan kerja mereka sangat tidak kondusif.

Jadi bagaimana sebaiknya kita menyikapi kultur perusahaan? Akankah kita hanya fokus pada hal negatif atau justru membuat daftar sisi positif dan negatif?

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *