anorganik
anorganik (ilmubudidaya.com)

Organik Anorganik: 2 Jenis Pupuk untuk Pertanian Alami

Diposting pada

Pemupukan memberi peran penting dalam pertanian. Pupuk organik maupun anorganik, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tika, organisA51 – organisasi.co.id

Sama halnya dengan manusia dan hewan, tumbuhan juga membutuhkan makanan. Makanan tersebut berasal dari tanah yang tentunya harus kaya akan unsur hara.

Untuk membuat tanah tetap subur, perlu adanya pemupukan. Kita mengenal ada dua jenis pupuk di masyarakat berdasarkan senyawa penyusunnya, yaitu pupuk organik dan anorganik. Apa perberdaan keduanya?


Pengertian Pupuk Organik

Pupuk organik (superindo.co.id)

Pupuk adalah zat yang dapat menambah kandungan mineral dan unsur hara pada tanah. Pada jaman dulu, petani menggunakan pupuk berbahan alami karena terbatasnya pengetahuan dan teknologi.

Jenis pupuk alami tersebut mereka beri istilah pupuk organik. Saat ini pun telah banyak petani dan praktisi pertanian yang kembali menggunakan jenis pupuk ini.

Hal ini mereka lakukan untuk mengembalikan “hak” tanah. Pupuk organik merupakan jenis pupuk yang dapat berasal dari kotoran hewan maupun dari sampah tumbuhan sendiri, dan bahkan manusia.

Intinya adalah tidak ada unsur kimia dalam jenis pupuk ini. Ia bahkan dapat berbentuk cair maupun padat dan mampu memperbaiki unsur kimia, fisika, dan biologi pada tanah.

Dalam sebuah pengertian lain, pupuk merupakan material untuk media tanam maupun tanaman sendiri. Tujuan pemberiannya adalah untuk mencukupi kebutuhan tanaman akan unsur hara.

Harapannya tanaman dapat berproduksi dengan baik. Perlu kita ingat jika pupuk berbeda dengan suplemen tanaman.

Lalu bagaimana dengan pupuk anorganik?

Definisi Pupuk Anorganik

Berkebalikan dengan pupuk organik, pupuk anorganik memiliki kandungan kimia di dalamnya. Dengan kata lain, proses pembuatannya tidaklah alami atau berdasar pada bahan-bahan alam.

Biasanya jenis pupuk ini mengandung suatu unsur tertentu. Contohnya adalah pupuk urea dan NPK yang mengandung unsur Nitrogen saja pada urea, dan Nitrogen, Phosphor, dan Kalium pada NPK.

Seperti yang telah kita jelaskan, pupuk organik merupakan jenis pupuk yang bahan pengurainya adalah makhluk hidup.

Berbahan alami, tentunya tujuan pemberian pupuk tetaplah sama yaitu untuk memberikan unsur-unsur yang diperlukan tanaman melalui media tanam.

Oleh sebab itu, kandungan-kandungan dalam pupuk merupakan kandungan yang menjadi kebutuhan tanaman. Apa saja unsur yang tanaman perlukan?

  • Unsur makro (Nitrogen, Phospor, Kalium, Sulfur, Kalsium, dan Magnesium)
  • Unsur mikro (Besi, Tembaga, Klor, Seng, Molybdenum, Boron, dan Aluminium)

Zat Berbahaya Pada Pupuk Anorganik

anorganik
kandungan pupuk anorganik (monitor.co.id)

Sesuatu yang tidak alami tentu akan memberikan efek samping. Hal itu juga berlaku pada pupuk. Keika memilih pupuk dengan bahan kimia, maka tanah menjadi bagian utama yang terkena dampaknya.

Perlu kita ketahui, tanah merupakan mediatorterbaik yang mampu menyerap bermacam-macam unsuk makro dan mikro.

Tanah mengandung banyak mikroorganisme namun tidak semuanya merusak tanaman. Mikroorganisme tersebut seharusnya dapat memangsa predator.

Akan tetapi penggunaan pestisida maupun pupuk kimia yang mengandung pestisida juga menyebabkan mikroorganisme mati dan akhirnya hama menjadi meningkat.

Hal yang perlu kita pahami juga adalah kenyataan dari formulasi kimia yang ternyata dapat meningkatan resistensi pada hama yang menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Akhirnya tanaman menjadi lebih cepat mati.

Zat-zat pada pupuk kimia akan menghasilkan residu yang tersebar k sumur, air minum, tanah, sungai, udara, termasuk juga pada buah dan sayuran yang kita makan.

Apalagi bahan-bahan tersebut termasuk residu akan bertahan sampai puluhan tahun karena residu tersebut sulit untuk terurai.

Apa dampak lainnya pada penggunaan pupuk kimia?

– Mikroorganisme alami untuk membasmi hama menjadi punah

Memang mulanya penyakit hama akan menurun kadarnya, namun kemudian ia akan meningkat tajam setelah beberapa saat.

– Rantai makanan menjadi terputus


Dengan punahnya satu spesies, maka salah satu spesies akan menjadi korban. Contohnya residu pada pupuk menyebabkan pemangsa uret berkurang. Hal ini akan menyebabkan populasi uret meningkat.

Contoh lain adalah saat predator tikus mulai berkurang populasinya. Hal ini juga meningkatkan populasi tikus yang semakin menghabiskan tanaman.

– Punahnya satwa

Setiap spesies tidak memiliki sistem kekebalan yang sama. Dengan demikian, pupuk kimia secara tidak langsung membunuh lingkungan dan hewan di sekitarnya.

Organisatoris lain baca ini: Struktur Lini: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan


Kelebihan Kekurangan Pupuk Organik dan Anorganik

kelebihan dan kekurangan pupuk anorganik (thebouquets.com)

Setiap jenis pupuk tentu memiliki kelebgihan maupun kekurangan. Mari kita bahas satu per satu menegnai kelebihan dan kekurangan tersebut.

Pupuk Organik

Kelebihan:

  • Memberikan nutrisi yang lengkap pada tanaman karena kandungan unsur mikro dan makro yang lengkap.
  • Sifatnya unik sehingga dapat memperbaiki struktur tanah. Ia dapat menggemburkan tanah lempung namun juga dapat mrekatkan tanah yang berpasir.
  • Meningkatkan kapasitas untuk penukaran kation. Kapasitas ini merupakan kemampuan tanah untuk berinteraksi dengan ion-ion dalam tanah.
  • Menambah daya simpan air. Dengan adanya unsur kompos dalam pupuk, maka sifat higroskopis akan meningkat. Artinya tanaman tidak akan mudah kering. Air dalam pori-pori akan tersimpan dalam tanah dan akar akan mengeluarkannya ketika tanaman membutuhkannya.
  • Meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pupuk organik banyak mengandung mikroorganisme dekomposer yang menambah mikroorganisme dalam tanah. Sifatnya yang melembabkan ini nantinya akan menjadi media perkembangan biota tanah.
  • Menjaga umur tanah agar tetap panjang sehingga baik untuk penggunaan jangka panjang.

Kekurangan:

  • Takaran nutrisi tidak pasti.
  • Penyerapan nutrisi dalam pupuk lebih sulit untuk dicerna tumbuhan karena ikatan kompleks yang ada. Dengan demikian, hasil yang kita inginkan akan menjadi lebih lama uuntuk terlihat.
  • Unsur baik dalam tanah mudah hilang karena erosi.

Pupuk Anorganik

Kelebihan:

  • Terdiri atas satu kandungan dengan takaran yang pasti. Dengan demikian kita dapat menganalisa kebtuhan tanaman dan membuatnya tumbuh sesuai yang kita harapkan.

kekurangan:

  • Penggunaan jangka panjang membuat tanah kering dan tidak subur. Sampai saat ini hal ini belum menemukan solusi.


Jenis-jenis Pupuk Organik

Dengan adanya pupuk organik, maka kualitas tanaman menjadi lebih baik. Kemudian yang lebih baik lagi adalah efek sampingnya terhadap linkungan maupun rantai makanan menjadi rendah.

Bahkan, tidak ada masalah yang perlu kita khawatirkan dengan penggunaannya jangka panjang. Hanya saja, harga pupuk organik cenderung lebih mahal.

Petani juga membutuhkan kadar yang lebih banyak karena unsur-unsur di dalamnya tidak bisa kita ketahui dengan pasti berapa kadarnya.

Adapun macam-macam pupuk organik yang bisa kita gunakan pada tanaman antara lain:

Organisatoris lain baca ini: Pertanian Organik: Pengertian, Kegunaan Dan Peluang

Pupuk Kandang

Merupakan salah satu jenis pupuk organik yang mudah dan murah. Berasal dari kotoran hewan ternak maupun unggas, sifat dari pupuk ini dapat menyuburkan tanah.

Kandungan terbanyaknya adalah unsur hara maupun unsur makro dan mikro. Terdapat dua jenis yaitu pupuk panas dan dingin yang pembagiannya berdasarkan pada suhu dan proses penguraian.

Adapun hewan unggas yang kotorannya dapat menjadi pupuk kandang adntara lain kuda, ayam, sapi, kampbing, kerbau, dan domba.

Sedangkan unsur-unsur di dalam pupuk kandang antara lain sulfur, natrium, besi, magnesium, kalsoum, tembaga, molibdenum, nitrogen, kalium, dan fosfor.

Pupuk Hijau

Bahan dasar dari pupuk hijau adalah tanaman hijau. Umumnya berasal dari tanaman sisa panen atau yang telah biasa sebagai bahan pupuk.

Pada dasarnya, tanaman apapun bisa menjadi sumber. Akan tetapi, para petani lebih sering menggunakan tanaman kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga mudah terurai sehingga penyediaan hara menjadi lebih cepat. Pupuk hijau efektif untuk meningkatkan kualiutas maupun produktivitas tanah.

Pupuk Kompos

Pembentukan pupuk kompos adalah dari sisa bahan organik yang berasal dari limbah organik, tumbuhan, dan hewan. Pembentukan tersebut terjadi secara dekomposisi maupun fermentasi.

Proses tersebut melibatkan bantuan dari mikroorganisme seperti kapang, bakteri, maupun jamur, serta makroorganisme seperti cacing tanah.

Pupuk Hayati

Nama lain dari pupuk hayati adalah pupuk mikrobiologis (biofertilizer). Ia merupakan pupuk yang bekerja dengan memanfaatkan organisme hidup sehingga tidak secra langsung mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Banyak yang menganggap pupuk ini adalah organik, padahal ia tersbentuk mlalui proses rekayasa buatan. Fungsinya adalah untuk memproduksi nutrisi bagi tanah, membantu memperbaiki struktur tanah, hingga mengurangi pertumbuhan parasit.

Pupuk Humus

Pengertian humus adalah unsur organik yang terbetuk dari proses pelapukan atau dekomposisi dedaunan dan ranting tanaman yang telah membusuk.

Humus tidak hanya menjadi pupuk namun juga bahan baku limbah peternakan, pertanian, sampah rumah tangga, makanan, hingga kayu.

kadar air dalam tanah akan meningkat dengan pemberian humus. Ia juga mampu mempercepat proses penghancuran senyawa beracun di dalam tanah serta mencegah erosi.

Untuk mendapatkanpupuk ini kita harus bersabar dengan prosesnya. Hal inii karena pembentukannya memkana waktu cukup lama.

Pupuk Serasah

Jenis pupuk organik lainnya adalah pupuk serasah yang memiliki senyawa berbahan dasar Karbon dan terbuat dari limbah organik nabati maupun komponen tanaman yang sudah tidak terpakai. Ia menjadi berubah bentuk dan warna.

Jenis senyawa tersebut terkandung dalam rumput, sabut kelapa, dan jerami. Pupuk serasah dapat kita letakkan di atas permukaan tanah sehingga nama lainnya adalah pupuk penutup.

Tidak hanya menyuburkan tanah, jenis pupuk ini juyga dapat menjaga kelembaban serta tekstur tanah. Ia mampu mencegah penyakit pada tanaman akibat adanya air hujan.

Pupuk Organik Cair

Bentuk pupuk organik tidak hanya padat namun juga cair. Ia terbuat dari hasil fermentasi bahan-bahan organik (buah-buahan busuk) maupun urin hewan ternak.

Cara penggunaannya adalah dengan menyemprotkannya ke daun atau dengan menyiramkannya pada permukaan tanah di dekat tanaman.

Bahan bakunya sama dengan pupuk organik padat. Hanya saja pada jenis ini terjadi proses perendaman dan penambahan air hingga menjadi pupuk cair. Praktis dan mudah untuk kita gunakan.

Pupuk Guano

Nama Guano berasal dari arti sebuah nama hewan yaitu Guano (kelelawar). Jadi pupuk ini berasal dari kotoran kelelawar yang mengendap cukup lama di dalam gua.

Pupuk ini juga bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai yang berada di sarang kelelawar. Sedikit sulit untuk memperoleh pupuk ini kecuali mereka yang hidup di pedalaman.

Penutup

Pupuk terbagi atas organik dan anorganik. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebelum memutuskan penggunaannya, hendaknya kita memikirkan kembli efek jangka panjangnya.

Daftar Pustaka

  1. Pupuk Organik

2. MENGENAL PUPUK TANAMAN

3. 7 Dampak pada Lahan Tanaman jika Gunakan Pupuk Kimia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *