BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF (D.0001)


Diagnosa Keperawatan: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0001)

A. Definisi

  1. Secara Umum Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Kondisi ini menuntut intervensi keperawatan segera guna menjamin adekuatnya ventilasi dan oksigenasi pada pasien.
  2. Menurut Para Pakar
    a. NANDA International (2021): Menyatakan bahwa ketidakefektifan bersihan jalan napas adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk menjaga kebersihan jalan napas.
    b. Lynda Juall Carpenito (2017): Mendefinisikan sebagai suatu keadaan di mana individu mengalami ancaman pada status pernapasan sehubungan dengan ketidakmampuan untuk batuk secara efektif.
    c. Marilynn E. Doenges (2014): Menjelaskan bahwa diagnosis ini merupakan suatu kondisi di mana individu mengalami sumbatan jalan napas yang menghambat aliran udara karena adanya penumpukan sekret, spasme, atau benda asing.

B. Penyebab (Etiologi)

  1. Faktor Fisiologis
    a. Spasme jalan napas.
    b. Hipersekresi jalan napas.
    c. Disfungsi neuromuskuler (misalnya: stroke atau cedera kepala).
    d. Benda asing dalam jalan napas.
    e. Adanya eksudat di dalam alveoli.
    f. Hiperplasia dinding jalan napas.
    g. Proses infeksi.
    h. Respon alergi.
    i. Efek agen farmakologis (misalnya: anestesi).
  2. Faktor Situasional
    a. Merokok (aktif maupun pasif).
    b. Terpajan polutan atau iritan lingkungan.
    c. Tindakan intubasi atau pemasangan selang endotrakeal.

C. Gejala dan Tanda Mayor

  1. Subjektif (Tidak tersedia pada diagnosa ini).
  2. Objektif
    a. Batuk tidak efektif atau ketidakmampuan untuk batuk.
    b. Sputum berlebih atau adanya obstruksi di jalan napas.
    c. Mengasuh (Wheezing) dan/atau Ronchi kering pada pemeriksaan auskultasi.
    d. Mekonium di jalan napas (pada neonatus).

D. Gejala dan Tanda Minor

  1. Subjektif
    a. Dispnea (sesak napas).
    b. Sulit berbicara.
    c. Orthopnea.
  2. Objektif
    a. Gelisah.
    b. Sianosis (kebiruan pada kulit/mukosa).
    c. Bunyi napas menurun.
    d. Frekuensi napas berubah (Takipnea/Bradipnea).
    e. Pola napas berubah.

E. Kondisi Klinis Terkait

  1. Guillain-Barre Syndrome.
  2. Sclerosis multipel.
  3. Myasthenia gravis.
  4. Prosedur bedah (efek anestesi).
  5. Trauma kepala atau cedera medula spinalis.
  6. Stroke (Cerebrovascular Accident).
  7. Infeksi saluran napas (Pneumonia, Bronkhitis).
  8. Asma Bronkhial.

F. Luaran Keperawatan (SLKI)

  1. Label: Bersihan Jalan Napas Meningkat (L.01001).
  2. Kriteria Hasil:
    a. Batuk efektif meningkat.
    b. Produksi sputum menurun.
    c. Mengi/Wheezing menurun.
    d. Wheezing/Ronchi menurun.
    e. Dispnea menurun.
    f. Sianosis menurun.
    g. Frekuensi napas membaik (12-20 kali/menit).
    h. Pola napas membaik.

G. Intervensi Keperawatan Utama (SIKI)

Latihan Batuk Efektif (I.01006)

Observasi:

Bacaan Lainnya
  • Identifikasi kemampuan batuk.
  • Monitor adanya retensi sputum. b. Terapeutik:
  • Atur posisi semi-Fowler atau Fowler.
  • Pasang perlak dan bengkok di pangkuan pasien. c. Edukasi:
  • Jelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif.
  • Anjurkan tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, ditahan selama 2 detik, kemudian keluarkan dari mulut dengan bibir mencucu selama 8 detik. d. Kolaborasi:
  • Pemberian mukolitik atau ekspektoran, jika perlu.

Manajemen Jalan Napas (I.01011)

Observasi:

Monitor pola napas.

Monitor bunyi napas tambahan.

Monitor sputum (jumlah, warna, aroma).

Terapeutik:

Lakukan penghisapan lendir (suction) kurang dari 15 detik.

Berikan oksigenasi jika perlu.

Edukasi:

Ajarkan teknik batuk efektif.

Kolaborasi:

Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, atau mukolitik.


Referensi:
  • PPNI (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
  • PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
  • PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
  • Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification.
  • Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis.
  • Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2014). Nursing Care Plans.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *