Periode Dalam Organisasi, Pengertian Dan Tujuan

Periode adalah waktu tempuh atau masa kepengurusan Dalam sebuah organisasi, tentu saja ia memiliki pengertian yang sedikit berbeda. Implementasi dari kekuatan organisasi akan terbukti dengan jangka waktu keeksisannya. Tika, organisasi.co.id

Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih dengan tujuan dan misi yang sama. Sebuah organisasi memiliki struktur yang akan mengemban tugas selama jangka waktu tertentu. Harapannya, tujuan mereka dapat tercapai dengan tenggat waktu tersebut.

Bacaan Lainnya

Pengertian Periode Dalam Kajian Organisasi

Organisasi dengan tujuan yang jelas dan ingin terus berkembang perlu memiliki orang-orang yang tepat dalam posisinya.

Mereka tentu harus memiliki batas waktu yang jelas dalam mengemban tugasnya. Setiap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam sebuah organisasi akan membahas mengenai hal ini.

Pengertian periode dalam kajian berbagai ilmu:

  1. Menurut KBBI, periode merupakan kurun waktu atau lingkaran waktu.
  2. Sedangkan dalam ilmu Fisika, periode adalah waktu tempuh suatu benda. Simbolnya adalah T.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap mendengarnya di media massa. Bahwa sebenarnya, jika arti dalam sebuah perkumpulan, hal itu bermakna masa jabatan.

Istilah yang sinonim dengan Periodisasi adalah:

  1. Era,
  2. Fase,
  3. Kurun,
  4. Lama,
  5. Masa,
  6. Daur,
  7. Durasi,
  8. Stadium,
  9. Tahap, dan
  10. Termin.

Rentang Waktu Masa Jabatan

Setiap organisasi memiliki masa jabatan kepengurusan yang berbeda-beda. Ada yang hanya satu tahun, dua tahun, hingga lima tahun. Dan proses ini berhubungan dengan AD ART masing-masing lembaga.

Setiap masa jabatan telah habis, maka organisasi akan mengadakan pemilihan ulang untuk kepengurusannya. Saat itulah seseorang dapat kembali terpilih. Sesuai dengan ketentuan yang ada.

Masa jabatan merupakan rentang waktu atau kesempatan seseorang untuk menempati dan melaksanakan tugas-tugas dalam sebuah organisasi.

Untuk tugas tertentu, umumnya berlaku untuk para duta di luar sistem pemerintahan contohnya adalah Puteri Indonesia.

Kepala Desa 8 Tahun

Di Indonesia, masa jabatan terlama adalah kepala desa yaitu selama 8 tahun. Undang-undang lah yang menjadi pengatur perihal ini.

Ketika seorang pemimpin terpilih secara langsung oleh atasannya, maka tidak ada istilah masa jabatan. Ia akan menjabat sesuai kondisi dan kebutuhan.
Contohnya adalah panglima TNI dan Kapolri.

Mereka bisa menjabat selama setahun namun juga bisa dua tahun tergantung dari kewenangan oleh Presiden. Begitupun juga kepala dinas bergantung pada pemimpin daerah (Gubernur, Walikota atau Bupati).

Sebab lembaga birokrasi memiliki kajian dan aturan tersendiri yang berbeda dengan swasta apalagi komunitas sosial.

Kajian kita pada artikel ini lebih kepada organisasi sosial kemasayarakan maupun lembaga kepemudaan (mahasiswa).

Organisatoris baca: Teori Organisasi Dasar, Arti, Struktur, Persidangan Dan Periode Kepengurusan

Kajian Periodisasi

Periodisasi adalah kata sifat memiliki makna yang berbeda. Yakni membuat kedalam Kurun waktu yang menjadimenargetkan masa depan.

Periodisasi lebih membahas pada masa lalu. Adapun tujuannya adalah untuk merunutkan peristiwa sejarah. Jadi dalam peristiwa sejarah akan mengalir waktu yang logis sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

Sejarah merupakan ilmu pengetahuan yang sistematis dan bukan hanya sekedar pandangan masa lalu tanpa kebenaran yang jelas.

Periodisasi berperan dalam menyederhanakannya karena sejarah merupakan peristiwa yang rumit dan panjang. Menurut Encyclopedia, periodisasi memiliki makna pada sebuah perjalanan waktu dengan menyusun urutan kronologis.

Istilah ini dapat mengaitkan sejarah yang terjadi sebelum kurun waktu tertentu atau setelahnya. Dengan istilah ini kita dapat mengaitkan satu per satu peristiwa sejarah.

Contohnya adalah mengetahui kapan sebuah negara merdeka, apa yang menjadi pemicu Perang Dunia, dan bagaimana proses terjadinya.

Manusia pun menjadi paham terhadap apa yang baik dan prediksi mengenai masa depan. Oleh sebab itu, terbangunlah sebuah peradaban yang baik.

Periodisasi membantu menemukan kebenaran atas sebab akibat yang terjadi di masa lalu. Adapun tiga konsep Periodisasi adalah:

a. Konsep Spasial atau Konsep Ruang

Merupakan periodisasi berdasarkan pada tempat terjadinya peristiwa sejarah.

b. Konsep Temporal atau Waktu

Adalah Periodisasi berdasarkan cakupan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa sejarah.

c. Konsep Tematis

Merupakan periodisasi berdasarkan tema sejarah.

Contoh-contohnya adalah pada jaman batu, Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Jaman Pra-Aksara, dan lainnya.

Organisatoris baca Periodisasi: Pengertian, Tujuan Penyusunan, Konsep, dan Contohnya

Tujuan Periode Kepengurusan

periode
organisasi (tabloidilmu.com)

Kepengurusan harus dibatasi. Begitu banyak alasan yang perlu kita ketahui agar dapat memahami tujuan terciptanya ‘masa jabatan’.

Sikap otoriter, korupsi, dan hegemonic merupakan hal yang umum muncul ketika seseorang menjabat di suatu organisasi dalam jangka waktu yang lama.

Itulah yang membuat adanya masa bakti. Yakni agar orang-orang tersebut tidak merugikan orang lain. Tidak hanya itu, pembatasan masa tugas juga berfungsi untuk menghindari rasa bosan.

Semua tergantung karakter orangnya. Memang benar semua tergantung orangnya, tapi ingat kembali bahwa godaan setan bisa membuat manusia alim menjadi goyah.

Harta dan Tahta Menjadi Tujuan

Kita berada di jaman ‘uang adalah kebahagiaan’. Manusia jaman sekarang cenderung ingin cepat dan nyaman. teknologi dan segalanya membuat kita menjadi malas.

Tidak sedikit yang berpikir untuk mengeluarkan tenaga atau modal yang sedikit tapi ingin untung yang melimpah. Media dengan segala hiruk pikuk kemewahannya membuat manusia kehilangan etika dan peradaban yang baik.

Itulah mengapa, kepemimpinan yang mengatur hajat hidup orang banyak menjadi “buronan” bagi orang-orang yang haus tahta dan harta.

Cara paling cepat untuk menjadi kaya adalah dengan menjadi pemimpin yang zalim. Demikian halnya di organisasi kecil sekalipun. Pengurus memiliki andil penuh mengatur anggotanya.

Semua kepentingan anggota di tangan mereka. Sehingga ada begitu banyak peluang untuk mengambil banyak keuntungan.

Dasar Penentuan Periode Organisasi

Sebuah organisasi tentu memiliki AD/ART. Di dalam Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga, hal ini telah tercantum dengan jelas.

Pembentukan kepengurusan akan memakan waktu dan biaya. Oleh sebab itu, AD ART akan membahasnya di dalamnya.

Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga dalam suatu organisasi bisa berubah-ubah setelah organisasi tersebut berjalan pada suatu masa.

Pengurus dapat mengubahnya atau orang lain yang ditunjuk untuk hal itu. Memang AD ART merupakan landasan bagi pengurus dan anggota organisasi.

Ia merupakan panduan dan batasan bagi seluruh anggota dan pengurus untuk dapat melakukan visi dan misi organisasi.

Ketika ingin melakukan perubahan, tentu saja harus melalui musyawarah. Tidak boleh seorang pengurus mengubahnya demi kepentingan sendiri.

Isu Presiden Tiga Periode

Baru-baru ini kita menghadapi isu yang tersebar di media massa bahwa presiden akan menjabat selama tiga periode. Apakah keputusan ini dapat diputuskan sendiri oleh presiden?

tentu saja tidak. Ada begitu banyak pro dan kontra yang terjadi. Hingga pada akhirnya itu hanya isapan jempol belaka. Lalu bagaimana dengan masa pemerintahan Pak Soeharto?

Beliau emang menjabat selama 32 tahun. Kala itu tidak ada yang terbilang cakap dalam menggantikan posisi beliau. Namun pada akhirnya, rakyat yang polos akhirnya dapat menilai hasil dari kepemimpinan yang terlalu lama.

Muncullah celah untuk korupsi. Walaupun dari sisi Pak Soeharto sendiri merupakan pribadi yang baik, tuntutan keluarga bisa menjadi hal yang berpengaruh.

Inilah yang kemudian menjadi kesadaran rakyat dan para pemimpin lainnya di negeri ini. Termasuk pilihan ketika presiden akhirnya dipilih oleh rakyat.

Alasan Periode Kepengurusan 2, 3, 4 dan 5 Tahun

periode
organisasi dan kepengurusannya yang memiliki periode (news.unair.ac.id)

Setiap organisasi memiliki visi dan misi serta tujuan yang harus mereka capai. Dalam mencapai tujuan, mereka akan membuat plot-plot atau tahap-tahap yang perlu untuk anggota dan pengurus lakukan.

Dengan risiko yang ada dan dengan berbagai pertimbangan, muncullah perbedaan masa jabatan. Begitu pula dengan undang-undang yang mengaturnya.

Aturan Umum Masa Kepemimpinan Politis

Pemilihan presiden terjadi setiap lima tahun sekali. Begitu pula dengan masa jabatan pengurus-pengurus di pemerintahan.

Namun hal ini bukan mutlak terjadi. Presiden berhak mengganti mereka sekalipun belum mencapai lima tahun masa jabatan.

Berbeda halnya dengan duta khusus dalam sebuah organisasi. Contohnya Puteri Indonesia atau Ratu Dunia. Mereka mengemban tugas hanya satu tahun.

Dengan misi mengikuti Miss World atau Miss Universe yang juga terselenggara setahun sekali, mereka memiliki masa bakti yang hanya sebentar.

Memang semua tergantung kebutuhan dan konteksnya. Ajang pencarian wanita tercantik harus berubah dari waktu ke waktu dengan kecerdasan dan kemampuan yang berbeda pula.

Masih banyak contoh lain seperti Ketua Osis yang juga hanya menjabat satu tahun. Mereka harus memberikan kesempatan pada murid lain untuk mengemban tugas itu.

Tugas dan Keberadaan Pengganti

Logikanya begini, ketika seorang murid bersekolah di sebuah sekolah selama tiga tahun, tentu tujuan utamanya belajar. Jika selama dua tahun ia harus sibuk dengan organisasi, bagaimana dengan tujuan utamanya?

Sama halnya dengan duta khusus. Ketika tugasnya bisa selesai dalam satu tahun dan dengan mudah mencari penggantinya, untuk apa harus menjabat bertahun-tahun?

Jika kita mengambil contoh presiden atau jabatan lain dengan kapasitas lebih tinggi, tentu tidak mungkin menggantikannya dalam setahun.

Bayangkan berapa banyak uang negara atau uang organisasi yang habis hanya untuk menyelenggarakan pemilihan ketua baru?

ada begitu banyak hal yang butuh persiapan. Contoh saja untuk pemilihan presiden. Kotak suara, partai-partai yang terlibat, biaya kampanye, lantas belum habis lelah publik dengan hal itu, tiba-tiba harus berganti lagi?

Kapan media massa akhirnya akan memberitakan kinerja dan masalah lain jika negara hanya ribut masalah pemilihan kepemerintahan?

Lain halnya dengan pemilihan menteri. Tidak butuh banyak biaya dan keterlibatan untuk itu. Jika kinerjanya bagus, ia dapat bertahan. Jika tidak, maka presiden tidak segan menggantikannya.

Jadi intinya, setiap organisasi memiliki pertimbangan sendiri atas itu. Baik organisasi formal dan informal, adanya pengurus adalah untuk membantu tercapainya tujuan dengan lebih cepat dan terstruktur.

Adanya pembagian tugas akan saling meringankan beban masing-masing. Inilah yang menjadi poin penting dari kepengurusan dalam sebuah organisasi.

Penutup

Masa bakti atau kurun waktu dalam sebuah jabatan di organisasi sangat penting untuk membatasi pergerakan kepengurusan.

Demi mengantisipasi rasa bosan serta korupsi, para pengurus organisasi perlu mendapatkan ‘waktu’ kerja yang jelas. Jangan sampai organisasi menjadi tidak sehat dan hanya tinggal nama.

Inilah yang menjadi ketakutan. Hendaknya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hal ini terbahas dengan rinci.

Secara umum kepengurusan juga menjadi catatan khusus dalam AD ART. Ketika itu berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sudah sewajarnya jika masyarakat juga terlibat dalam pemilihan tersebut. Contohnya adalah pemilihan ketua RT.

Masih banyak lagi contoh-contoh pemilihan kepengurusan organisasi yang berada di tangan masyarakat.

Daftar Pustaka:

  1. https://www.kompas.com
  2. http://himia.umj.ac.id
  3. Dosen Organisasi Channel

Pos terkait