Organisasi Pekerja Profesi
Dr Clarin Hayes, Salah seorang anggota profes pada Organisasi IDI (Foto:ESQNews.Id)

Organisasi Profesi, Definisi, Ciri Dan Daftar Yang Formal

Diposting pada

Pekerjaan sinonim dengan Profesi. Tetapi Profesi memiliki pengertian mendalam, dan syarat. Apa saja Organisasi Profesi yang ada di Indonesia?

I & W Organon, Organisasi.co.id

Sebelumnya telah dibahas tentang Teori Organisasi Dasar. Maka artikel berikut ini akan membahas tentang Organisasi Profesi yang ada di Tanah Air Indonesia, Diakui secara hukum. Memenuhi standar hukum formal.

Pekerjaan berupa Profesi, mendidik atau menjadikan pekerjanya menjadi profesional. Sementara kata profesional adalah hal yang terukur secara ilmiah. Untuk hal tersebut, maka lebih awal kita kupas tentang pengertian Profesi.

Definisi Profesi Menurut Ahli

Dari beberapa lembaga atau pakar menyebutkan tentang definisi profesi, sebagai beriktu:

KBBI, Mendikbud

Profesi merupakan: bidang pekerjaan yang dilandasi dengan pendidikan dan keahlian (berupa: keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.

Cogan

Profesi merupakan berbagai jenis keahlian dengan keterampilan khusus yang dalam praktek pelaksanaannya didasarkan atas struktur teoritis yang terukur dari beberapa kajian ilmu pengetahuan.

Peter Jarvis

Adapun pakar yang satu ini Peter Jarvis (1983:21), menjelaskan tentang pengertian profesi merupakan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan ilmu pengetahuan (intelektual) atau didasari pelatihan khusus. Bertujuan menyediakan pelayanan, keterampilan untuk orang lain dengan gaji atau upah tertentu.

Schein E.H

Ahli yang satu ini (Schein E.H, 1962), memberikan pengertian profesi merupakan set pekerjaan yang membangun sebuah set norma yang spesifik (sangat khusus). Dan berasal dari sebuah peran khusus di dalam masyarakat.

Paul FC

Paul F. Comenisch memeberikan pengertian Profesi merupakan sebuah “komunitas moral” dengan cita-cita dan nilai untuk tujuan bersama.

Dedi Supriyadi

Dedi Supriyadi memberikan batasan arti profesi adalah pekerjaan maupun jabatan yang membutuhkan suatu keahlian. Tanggung jawab serta kesetiaan terhadap pekerjaan tersebut.

Pekerjaan Kasir Yang Cantik
Salah Seorang Pekerja Profesi Di Kantor Bank melayani Nasabah (Foto: IDNtimes.com)

Ciri Sebuah Profesi

Untuk membedakan antara pekerjaan dengan profesi, maka kenali ciri-ciri sebuah profesi. Sebab dengan mengetahui ciri-ciri akan mengarahkan kita memberdakan keduanya. Yang selama ini dianggap sama.

Baca organisasi: Organisasi Formal Informal, Syarat, Hak dan Kewajiban Pengurus

Adapun ciri sebuah profesi menurut Pakar, yang dikerjakan secara profesional adalah:

Sanusi dkk (1991),

Sanusi Dkk, memberikan penjelasan tentang ciri Profesi sebagai berikut:

  1. Suatu pekerjaan dengan fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan (krusial).
  2. Sebuah Jabatan menuntut keterampilan/keahlian khusus.
  3. Adapun Keterampilan/keahlian khusus yang dituntut dalam jabatan melalui pemecahan masalah dengan landasan teori dan metode secara ilmiah.
  4. Pekerjaan merupakan batang tubuh ilmiah yang jelas, secara sistematik dan eksplisit, tidak hanya beradsarkan asumsi umum.
  5. Sebuah pekerjaan yang didapatkan Setelah melalui proses pendidikan formal.
  6. Proses pendidikan merupakan penanaman nilai-nilai profesional.
  7. Memiliki kode etik yang diatur oleh Wadah berhimpun anggota profesi,
  8. Anggota profesi memiliki hak untu mejudgment (menilai/mengadili) persoalam profesi yang dihadapi.
  9. Anggota profesi memiliki otonomi.
  10. Pekerjaan yang dijalan memiliki prestise yang tinggi sehingga karenanya berhak mendapatkan imbalan yang tinggi.

Robert W. Richey (1974)

Sementara Robert W. Richey (1974) memberikan penekanan tentang ciri sebuah pekerjaan disebut profesi:

  1. Mengutamakan pelayanan kemanusiaan daripada kepentingan pribadi.
  2. Seorang pekerja profesional, membutuhkan waktu relatif panjang dalam menemukan keahlian dan mendukung konsep profesionalisme yang ia miliki.
  3. Memiliki kualifikasi tertentu dalam hal keahlian-keahlian khusus.
  4. Memiliki kode etik untuk mengatur prilaku anggota,
  5. Kegiatan Intelektual yang tinggi,
  6. Organisasi profesi mengatur standarisasi pelayanan, dengan disiplin anggota dan mengatur kesejahteraan anggota didalamnya,
  7. Memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan spesialisasi,
  8. Memandang profesi sebagai pekerjaan hidup dan permanen,

D. Westby Gibson (1965)

Tidak jauh beda dengan dua pakar diatas, D. Westby Gibson (1965) memberikan batasan ciri Profesi:

  1. Mendapatkan pengakuan dari masyarakat atau publik.
  2. Memiliki landasan pengetahuan dari berbagai dimensi keilmuan.
  3. Diperlukan perencanaan terstruktur sebelum melaksanakan pekerjaan.
  4. Terdapat seleksi untuk melakukan penyaringan, sehingga yang lulus adalah yang memenuhi standar profesi.
  5. Memiliki wadah untuk anggota profesi yang mengatur internal dan melindungi anggita Profesi dari luar. Serta menetapkan standarisasi kode etik profesi.

Ciri Pekerjaan Disebut Sebagai Profesi

Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa, Ciri profesi, memiliki:

  1. Memiliki Body Of Knowledge,
  2. Memiliki Organisasi Profesi,
  3. Memiliki Kode Etik Profesi,
  4. Memiliki standarisasi seleksi,
  5. Memiliki otonomi dalam bekerja,
  6. Memiliki prestise tinggi dan upah yang tinggi,
  7. Memiliki prosedur hukum dalam menjalankan tugas,
  8. Mendapatkan pengakuan dari masyarakat.

Memiliki Body Of Knowledge

Body Of Knowledge maksudnya adalah batang tubuh ilmu pengetahuan, yang merupakan gabungan dari beberapa dimensi keilmuan. Membentuk paradigma.

Adapun pengertian paradigma sebagai berikut

Paradigma adalah Dasar pandangan terhadap disiplin ilmu tertentu pada apa materi pelajaran yang terkait didalamnya, Membentuk sebuah pemahaman atau lmu baru Robert Friedrichs(1970)

Gurupendidikan.com

Batang tubuh ilmu pengetahuan membentuk paradigma yang digabung dari berbagai disilin ilmu.

Misalnya: Kajian Ilmu Profesi Kedokteran, memiliki paradigma ilmu, disamping ilmu medis (anatomi dan fisiologi dan ilmu penyakit lainnya), juga mempelajari tentang Ilmu Sosial kemasyarakatan, politik kebijakan dan sebagainya.

Adapun batang tubuh ilmu pengetahuan diajarkan pada pendidikan Formal, berbentuk Akdemi, Sekolah Tinggi, Institut maupun universitas, Jenjang Diloma hingga strata tiga.

Memiliki Organisasi Profesi

Sebuah profesi memiliki organisasi profesi, yang mengatur tata kelola pendidikan dan keterampilan. Serta menentukan/menetapkan kode etik. Serta mengawasi pelaksanaan sebuah kode etik.

Pembahasan dari bahasan ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Memiliki Kode Etik Profesi

Kode Etik profesi adalah seperangkat aturan (praecepta) yang mengatur (Statuto) tata kelola pelaksanaan pekerjaan profesi. Dalam hal ini ada kewenangan mengadili anggota profesi yang melakukan pelanggaran ketentuan profesi.

Memiliki Standarisasi Seleksi

Tidak semua peminat akan lulus dalam profesi tersebut. Sebab didalamnya dilakukan seleksi yang ketat. Untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standarisasi keilmua (baca Body Of Knowledge).


Sehingga pekerjaan profesi, hanya dikerjakan oleh mereka yang melewati serangkaian proses belajar setelah lulus dalam seleksi.

Contoh: Profesi Advokat, banyak sarjana hukum yang mendaftar untuk masuk dalam pendidikan profesi tersebut. Namun tidak semuanya lulus.

Memiliki Otonomi Dalam Bekerja

Otonomi kerja tersebut, karena keahlian khusus yang didapatkan. Serta otonomi pekerjaan bermakna tidak akan diganggu oleh orang lain.

Untuk memobilisasi otonomi maka pekerja profesi memiliki Uniform (seragam) untuk menjadi ruang “kampanye” profesi, berbeda dengan profesi lain.

Memiliki Prestise Tinggi dan Upah Tinggi

Mendapatkan harga diri “mulia” dalam pekerjaan, dalam hal pelayanan yang dikerjakan. Sehingga berbanding lurus dengan kesejahteraan yang didapatkan.

Upah tinggi maksudnya, dengan pekerjaan tersebut anggota profesi diberika reward atau bayaran tinggi.

Memiliki Prosedur Hukum Dalam Menjalankan Tugas

Prosedur hukum yang jelas maksudnya dalam menjalankan pekerjaan, memiliki syarat khusus. Terutama syarat lulus dari pendidikan profesi.

Termasuk dalam membuka praktik keprofesian, melewati beberapa tahapan prosedur hukum.

Misalnya: Seorang yang telah dinyatakan lulus sebagai Notaris, dalam membuka kantor Notaris. Harus memiliki izin dari instansi tertentu.

Mendapatkan Pengakuan Dari Masyarakat

Hal ini yang paling penting. Prestise dan wibawa anggota profesi, diberikan nilai oleh masyarakat. Sebagai kepuasan atas pelayanan yang telah diberikan.

Masyarakat memakai logika dan terutama nuraninya dalam memberikan penilaian sebuah profesi. Dengan jujur masyarakat akan mengungkapkan rasa senang ataupun sebaliknya terhadap sebuah pekerjaan.

Organisasi Profesi Yang Ada Di Indonesia

Organisasi Profesi adalah tempat berhimpunnya pada pekerja profesional sejenis (pendidikan dan keterampilan).
Adapun definisinya merupakan penggabungan dua kata: Organisasi dan profesi. Pengertian Profesi telah dijalaskan diatas. Sementara pengertian organisasi, bisa dibaca pada: Organisasi Tradisional, Modern, Millenial

Berikut ini, beberapa Bidang profesi yang mengakomodir anggota profesi:

  1. Organisasi Profesi Kesehatan
  2. Organisasi Profesi pendidikan
  3. Organisasi Profesi Ekonomi
  4. Organisasi Profesi Hukum

Organisasi Profesi Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan terdapat beberapa Daftar organisasi profesi, yakni:

  1. IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
  2. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)
  3. IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)
  4. IBI (Ikatan Bidan Indonesia)
  5. Persagi (Persatuan Sarjana Gizi Indonesia)
  6. Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia)
  7. IFI (Ikatan Fisioterafi Indonesia)
  8. HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia)
  9. Pormiki (Perhimpunan Profesional Perekam Medis & Informasi Kesehatan Indonesia)
  10. IPAI (Ikatan Penata Anestesi Indonesia)
  11. IKATEMI (Ikatan Elektromedis Indonesia)
  12. IROPIN (Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia)
  13. PPKMI (Perkumpulan Promotor dan pendidik kesehatan masyarakat Indonesia)
  14. PTGMI (Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia)
  15. PARI (Persatuan Radiografer Indonesia)
  16. IKATWI (Ikatan Terapis Wicara Indonesia)
  17. IOTI (Ikatan Okupasi Terapis Indonesia)
  18. HAKTI (Himpunan Akupunktur Terapis Indonesia)
  19. IOPI (Ikatan Ortotis dan Prostetis Indonesia)
  20. IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia)
  21. PTGI (Persatuan Teknisi Gigi Indonesia)
  22. PATKI (Perhimpunan Teknisi Kardiovaskuler Indonesia)
  23. PAEI (Perhimpunan Epidimiologi Indonesia)
  24. IPTDI (Ikatan Paramedik Teknologi Transfusi Darah Indonesia)
estelita liana Dokter cantik imut
Estelita Liana. salah seorang anggota Profesi Tenaga Kesehatan (Foto: Istimewa)

Daftar Organisasi Profesi Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, terdapat beberapa organisasi pendidikan, Daftarnya, sebagai berikut:

  1. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
  2. ISPI (Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia),
  3. IPBI (katan Petugas Bimbingan Indonesia),
  4. IGI (Ikatan Guru Indonesia),
  5. FGII (Federasi Guru Independen Indonesia),
  6. PGHI (Persatuan Guru Honor Indonesia).
  7. Forum Dosen Indonesia (FDI)
  8. Perkadosi (Perkumpulan Karier Dosen Indonesia)
  9. ADI (Asosiasi Dosen Indonesia)
  10. IDRI (Ikatan Dosen Republik Indonesia)
  11. ADPGSDI (Asosiasi Dosen PGSD Indonesia)
  12. ADSI (Asosiasi Dosen Syari’ah Indonesia)
Pekerjaan Profesi Guru
Pekerjaan Profesi Guru, Memiliki Induk Organisasi PGRI (Foto:Indozone.com)

Organisasi Profesi Bidang Ekonomi

Adapun dalam bidang Ekonomi terdapat organisasi Profesi:

  1. ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia),
  2. IAI (Ikatan Akuntan Indonesia),

Organisasi Profesi Bidang Hukum

Dalam bidang hukum terdapat beberapa organisasi Profesi:

  1. INI (Ikatan Notaris Indonesia)
  2. KKAI (Komite Kerja Advokat Indonesia),
  3. IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia),
  4. AAI (Assosiai Advokat Indonesia),
  5. IPHI (Ikatan Penasihat Hukum Indonesia),
  6. HAPI (Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia),
  7. SPI (Serikat Pengacara Indonesia),
  8. AKHI (Assosiasi Konsultan Hukum Indonesia),
  9. KAI (Kongres Advokat Indonesia),
  10. HKHPM (Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal),
  11. FAI (Forum Advokat Indonesia),
  12. APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia),
  13. PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia)

Organisasi pekerja profesional dalam bidang hukum, sebagai Notaris maupun sebagai pengacara serta konsultan hukum.

Profesi Advokat Cantik
Aldila Chereta Warganda Salah Seorang Advokat Muda Indonesia (Foto: Jakartakita.com)

Profesi dan Pekerjaan Memiliki Perbedaan Mendasar

Tanpa bermaksud menciptakan perbedaan terlalu jauh, namun pekerjaan sebagai tukang las, tidak bisa disebut sebagai Profesi. Kecuali jika yang dimaksud adalah sinonim dari kata “Pekerjaan”.

Sebab pekerjaan profesi bukanlah pekerjaan yang bisa dikerjakan secara spontan atau tiba-tiba, tapi memenuhi standarisasi keilmuan. Dengan Body Of Knowledge yang melekat didalamnya.

Dari beberapa ciri profesi yang disebutkan diatas, pekerjaan tukang las tidak memenuhi standarisasi penamaan profesi.

Sementara jika dibandingkan dengan pekerjaan profesi dan unsur organisasi yang menaungi mereka. Sehingga penyebutan kata profesi dalam hal ini berbeda dengan kata pekerjaan.

Hal ini menjedikan pemahaman buat kita semua, bahwa sebuah pekerjaan tidak serta merta disebut sebagai sebuah profesi.

Organisasi Lain: Organisasi Pemerintahan RI Dan NGO Di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *